Friday, March 1, 2019

Kejar Xpander, Toyota Geber Penjualan Avanza

Liputan6.com, Jakarta - Model baru dari low multi purpose vehicle (LMPV) andalan PT ToyotaAstra Motor (TAM), Avanza resmi meluncur pertengahan Januari lalu. Namun, pada bulan yang sama, penjualan kembaran Daihatsu Xenia ini malah disalip oleh pesaing beratnya, Mitsubishi Xpander.

Penjualan Mitsubishi Xpander berhasil terkirim sebanyak 5.708 unit pada Januari 2019. Sedangkan Toyota Avanza, hanya mampu terdistribusi 5.568 unit.

Dijelaskan Anton Jimmi, Direktur Pemasaran TAM, untuk penjualan wholesale sales (pabrik ke diler) pada Februari sekitar 6.000-an unit. Namun, karena perhitungan hari belum selesai sepenuhnya, pastinya bakal dihitung lebih detail.

"Prediksi kita pada Maret 2019 (wholesale) mudah-mudahan bisa di atas 7 ribuan unit lah," jelas Anton saat berbincang dengan wartawan di Yogyakarta, belum lama ini.

Lanjut Anton, untuk SPK Toyota Avanza hingga saat ini sudah diklaim mencapai 15 ribuan unit. Bahkan, untuk masa waktu alias inden mobil sejuta umat ini bisa 1,5 sampai 2 bulan.

"Tapi kami akan kejar pada Maret 2019 mudah-mudahan produksinya sudah mulai normal, ke arah 7.000 unit sampai 8.000 unit. Pada April atau Mei kan mendekati lebaran, jadi semoga pada saat itu indennya sudah bisa lebih pendek," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

"Karena kalau kami mau, konsumen itu menunggu ya maksimal satu bulan," tambahnya.

Dengan waktu tunggu yang lebih pendek, maka konsumen tidak bakal berpindah untuk membeli model lain.

"Pengalaman kita untuk peluncuran model baru, inden dari 1,5 bulan sampai 2 bulan itu masih bisa diterima. Tapi kalau lebih dari itu, memang banyak yang tergoda untuk memilih model lain," pungkasnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2H9OSOu

March 01, 2019 at 03:38PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2H9OSOu
via IFTTT
Share:

Respons Jaksa Agung Soal Polemik Wiranto Vs Kivlan Zein

Liputan6.com, Jakarta - Jaksa Agung HM Prasetyo turut merespons polemik antara Menko Polhukam Wiranto dengan mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zein terkait tudingan dalang kerusuhan 98. Menurut Prasetyo, polemik tersebut bukan domain Kejaksaan Agung.

"Itu di luar domain kita, itu masih polemik antara Pak Wiranto dan Pak Kivlan Zein. Kita tentunya akan lihat seperti apa nanti perkembangannya," ujar Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (1/3/2019).

Prasetyo belum bisa menyimpulkan peristiwa 98 sebagai pelanggaran HAM berat. Apalagi penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM terkait peristiwa tersebut belum mendapatkan bukti yang kuat untuk ditingkatkan ke penyidikan.

"Jadi kita tidak usah terpancing terkait masalah itu. Itu adalah ranah Pak Kivlan dan Pak Wiranto. Pak Wiranto sudah berikan penjelasan kan. Pak Wiranto bilangnya perlu buka-bukaan kan. Saya malah denger mau ada sumpah pocong, tapi Pak Kivlan nggak mau," ucapnya.

Kendati begitu, Prasetyo menegaskan pihaknya tetap beritikad menuntaskan kasus kerusuhan 98. Namun kejaksaan juga tidak bisa memaksakan untuk membawa perkara tersebut ke meja hijau selama bukti yang diperoleh belum kuat.

"Temen-temen jaksa bilang hal itu belum penuhi unsur. Masa mau dipaksakan disidik atau dibawa ke pengadilan, gimana caranya kalau bukti-bukti tidak ada," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Hasil Penyelidikan Komnas HAM

Hasil penyelidikan sementara yang dilakukan Komnas HAM juga tidak ditemukan dugaan keterlibatan Wiranto atau Kivlan dalam peristiwa 98. "Tidak ada, justru itu makanya, secara eksplisit maupun implisit tidak ada dua nama itu (Wiranto dan Kivlan)," ujar Prasetyo.

Sebelumnya, Kivlan Zein menyebut Wiranto memiliki peran ganda pada peristiwa kerusuhan 98. Kala itu, Wiranto menjabat sebagai Panglima ABRI.

Tak terima dengan tudingan tersebut, Wiranto pun menantang Kivlan melakukan sumpah pocong untuk membuktikan omongannya. Wiranto membantah dirinya sebagai dalang kerusuhan 98.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tNlCVv

March 01, 2019 at 03:33PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2tNlCVv
via IFTTT
Share:

Tampil di Piala Presiden 2019, Pemain Asing Tidak Perlu Kitas

Jakarta - Pemain asing yang akan tampil di Piala Presiden 2019 tidak perlu memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas). Hal itu dipastikan oleh PSSI. Menurut Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, klub hanya tinggal memastikan pemain asing itu memiliki Visa Kunjungan Usaha.

Managers Meeting Piala Presiden 2019  telah digelar pada Kamis (28/2/2019). Dalam kesempatan tersebut, PSSI memberikan sosialisasi tentang pelaksanaan turnamen pramusim yang akan dimulai Sabtu (2/3/2019).

Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, juga mengungkapkan para pemain asing yang akan memperkuat klub peserta Piala Presiden 2019 tak memerlukan Kitas seperti di edisi sebelumnya. Maksimal empat pemain asing yang akan bermain di setiap klub hanya perlu untuk memastikan datang ke Indonesia dengan menggunakan Visa Kunjungan Usaha.

"Untuk proses imigrasi pemain asing, PSSI sudah berkoordinasi dengan BOPI pada pekan lalu dan kami sepakat dengan arahan BOPI, mengingat ini merupakan ajang uji coba bagi klub, kami akan menggunakan regulasi VISA, bukan Kitas," ujar Ratu Tisha Destria di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

"Alasannya kalau Kitas artinya sang pemain sudah bekerja di sini, sementara untuk Piala Presiden 2019 ini belum pasti pemain itu akan digunakan oleh klub saat kompetisi nanti," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Kuota 3 + 1

Sementara untuk jumlah pemain asing yang boleh digunakan setiap klub, PSSI masih menerapkan kuota 3+1, perinciannya minimal satu pemain asing harus berasal dari Asia.

"Kalau ada dua atau tiga pemain asing dari Asia justru itu tidak ada masalah," tegas Ratu Tisha.

Piala Presiden 2019 digelar mulai 2 Maret 2019 dan akan berakhir pada 12 April 2019. Babak penyisihan grup digelar di lima kota dan kabupaten, yaitu Bandung, Bekasi, Magelang, Sleman, dan Malang.

Sumber: Bola.com

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XuKMWQ

March 01, 2019 at 03:30PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2XuKMWQ
via IFTTT
Share:

VIDEO: Piala Presiden 2019 Tayang di Indosiar

Liputan6.com, Jakarta Indosiar akan menayangkan Piala Presiden 2019 yang diikuti 20 tim mulai 2 Maret 2019.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SAjtq9

March 01, 2019 at 03:30PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2SAjtq9
via IFTTT
Share:

FOTO: Deretan Smartphone Terbaru nan Canggih Dipamerkan di MWC 2019

1/8

Pengunjung melihat smartphone TCL's DragonHinge yang ditampilkan dalam gelaran Mobile World Congress (MWC) 2019, Barcelona, Spanyol, Rabu (27/2). Perusahaan fokus pada layar yang dapat dilipat dan pengenalan jaringan nirkabel 5G. (Photo by Josep LAGO/AFP)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tNjblP

March 01, 2019 at 03:15PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2tNjblP
via IFTTT
Share: