Generation Z & The Fast Fashion Paradox - Refinery29
Read More
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2927277/original/017963300_1569930302-Nissan_IMk.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Mengikuti pameran otomotif bergengsi, Tokyo Motor Show (TMS) 2019, Nissan akan menampilkan 14 model, baik konsep ataupun yang sudah diproduksi massal. Salah satunya, adalah konsep mobil listrik, IMK, yang merupakan wujud kendaraan masa depan dari Nissan Intelligent Mobility.
Selain itu, pabrikan asal Jepang ini juga menampilkan Nissan LEAF e+, Serena e-POWER, GT-R, dan Skyline yang baru dilengkapi dengan sistem bantuan pengemudi ProPILOT 2.0.
Nissan IMK sendiri, adalah kendaraan komuter urban dengan teknologi mutakhir dan akselerasi mobil listrik yang kuat dalam badan yang ringkas yang menghadirkan masa depan desain Nissan.
Lebih dari sekadar mobil kota fungsional, model ini adalah kendaraan penuh gaya yang didesain untuk mengurangi stress pada pengemudi sembari memberikan pengalaman berkendara yang percaya diri dan menyenangkan dalam platform mobil listrik terbaru.
Dilengkapi dengan sistem bantuan pengemudi ProPILOT terbaru, dan fitur konektivitas tanpa batas, IMk memberikan gambaran tentang bagaimana mobil yang berorientasi perkotaan akan tampil dan dirasakan di masa yang akan datang.
Nissan IMk mencerminkan estetika minimalistik, diambil dari filosofi desain baru Nissan yang disebut Timeless Japanese Futurism.
Model konsep ini menggabungkan DNA Jepang pada detail dalam dan luar, mobil konsep ini mengisyaratkan arah baru dari bahasa desain Nissan, dan bagaimana hal ini dapat membantu menghidupkan visi Nissan Intelligent Mobility.
Sementara itu, Nissan LEAF e+ menawarkan tambahan rentang jarak dan performa yang lebih kuat dengan menambahkan powertrain listrik baru.
Baterai dengan kapasitas dan kepadatan tinggi memberikan tambahan lebih dari 40 persen rentang jarak (mencapai 458 kilometer di bawah standar WLTC Jepang).
"Sebagai sebuah mobil listrik kompak untuk era baru, Nissan IMk didesain agar sesuai untuk lingkungan perkotaan modern maupun di kota-kota kecil tradisional Jepang," ungkap Satoru Tai, executive design director Nissan, dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Selasa (1/10).
Terakhir, Nissan juga akan membawa GT-R 2020, dan model edisi spesial Ulang Tahun ke-50 Nissan GT-R dan Nissan GT-R NISMO 2020.
Liputan6.com, Jakarta - Anggota baru DPR periode 2019-2024 sudah selesai dilantik di Gedung Kura-Kura kawasan Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Usai pelantikan, para anggota baru DPR itu akan memilih pimpinan-pimpinan baru mereka. Pemilihan dilakukan saat melakukan Badan Musyawarah atau Bamus.
Setelah itu, acara dilanjut dengan pelantikan pimpinan DPR. Pelantikan pimpinan DPR bisa dilakukan pada malam hari setelah rapat Bamus atau Selasa 2 Oktober 2019.
Partai Golkar akan mengajukan satu nama untuk duduk di kursi pimpinan DPR. Nama yang santer terdengar adalah Aziz Syamsudin. Hal itu juga disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie.
Menurut Aburizal Bakrie, selama Aziz Syamsudin menjadi anggota DPR Komisi III, ia selalu mampu menjalankan peran dan tugasnya dengan baik.
Lantas, siapakah sebenarnya sosok Aziz Syamsudin yang akan duduk di kursi pimpinan DPR? Berikut profilnya:
Aziz Syamsudin mengenyam pendidikan di SMPN 3 Jember pada 1986. Lalu di SMAN 2 Padang pada 1989.
Kemudian, ia melanjutkan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana pada 1993 dan kemudian pindah di Fakultas Hukum Trisakti pada 1993.
Pada 1992, Aziz mengambil S2 Finance di University of Western Sydney pada 1998. Lalu, S2 Fakultas Hukum Universitas Padjajaran pada 2003.
Aziz pun melanjutkan pendidikan S3 Fakultas Hukum di Universitas Padjajaran pada 2007.
Sebelum terjun di dunia politik, Aziz Syamsudin merupakan seorang pengacara yang bergabung dalam Kantor Pengacara Gani Djemat & Partner sejak 1994 hingga 2004.
Dalam masanya ikut dalam beberapa organisasi, beberapa kali ia sempat menduduki jabatan penting di dalamnya. Jabatan terakhirnya dalam suatu organisasi adalah sebagai Ketua Umum KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) yang dijabatnya sejak 2008 hingga 2011.
Sebelumnya, ia juga aktif menjabat sebagai Sekretaris Umum Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti dan Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trisakti.
Kemudian juga International Bar Association Harley Owner Group Chapter, Jakarta, lalu Asosiasi Advokat Indonesia Bidang Diklat, dan Dewan Penasehat DPD II Golkar Tulangbawang.
Karir Aziz Syamsuddin di dunia politik memang tak terlalu tampak cemerlang. Banyak nama politikus lain yang tampak lebih cemerlang dibandingkan namanya. Meski begitu, Aziz tak bisa dianggap remeh. Dengan latar belakang beberapa organisasi yang pernah ia ikuti, Aziz mencalonkan diri sebagai anggota DPR-RI periode 2009-2014.
Aziz pun terpilih dan menjadi anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi Partai Golkar. Pada pertengahan tahun lalu, pria kelahiran Surakarta, 31 Juli 1970 ini santer diberitakan sebagai bakal calon Gubernur Jakarta.
Sejumlah spanduk dan sejenis pengumuman lainnya telah banyak disebar. Namun, belakangan diketahui bahwa pria lulusan program doktoral Universitas Padjajaran ini mengundurkan diri dari bursa pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.
Reporter : Atiqoh Hasan
Sumber : Merdeka.com
Liputan6.com, Jakarta - Gaya berpakaian keluarga kerajaan Inggris tampaknya selalu menjadi daya tarik publik. Tak jarang mereka mengenakan pakaian dengan gaya sederhana namun tetap elegan, terlebih pada istri dari para pangeran, termasuk Pangeran Harry dan Meghan Markle.
Pada 23 September lalu, pasangan kerajaan itu melakukan kunjungan kerajaan ke Afrika Selatan. Kunjungan mereka berfokus pada pemberdayaan komunitas, kesetaraan gender, kesehatan mental, edukasi HIV/AIDS, dan membahas mengenai lingkungan.
Kehadiran pasangan Duke and Duchess of Sussex ini menjadi salah satu royal tour yang spesial karena mereka membawa putra pertama mereka, Archie Mountbatten-Windsor yang baru berusia lima bulan.
Selain kehadirannya yang mencuri perhatian, lagi-lagi gaya berpakaian Meghan Markle memikat publik dan memberikan rasa penasaran. Tak banyak aksesori yang dikenakan, dalam kunjungannya selama 10 hari ini justru dia sempat mengenakan brand pakaian lokal Afrika Selatan.
Liputan6.com merangkum enam gaya pakaian Meghan Markle selama tur kerajaan ke Afrika, dilansir dari Independent, 1 Oktober 2019.
Pada hari pertama, Duchess of Sussex ini terlihat mengenakan gaun katun berwarna monokrom. Terlhat motif yang ada pada gaun adalah motif dari etnis di Afrika Selatan. Diketahui gaun yang dikenakannya berasal dari brand lokal Melawai bernama Mayamiko.
Dia mengenakan gaun ini saat berkunjung ke Nyanga Township di Cape Town. Sejak digunakan, gaun seharga 69 euro, setara dengan Rp1,06 juta langsung ludes terjual. Meghan menyempurnakan penampilannya dengan aksesoris gelang, wedges hitam dari Castaner Carina dan mengikat satu rambutnya.
Berlanjut ke hari kedua, Pangeran Harry dan Meghan Markle berkesempatan untuk mengunjungi Pantai Monwabisi dan Masjid Auwal di Bo-Kaap, Cape Town. Tahu akan mengunjungi masjid pertama dan tertua di Afrika Selatan, dia mengenakan gaun berwarna khaki yang panjang agar lebih sopan.
Dia juga mengenakan selendang berwarna cream yang digunakan untuk menutup kepalanya. Guna melengkapi penampilannya, dia mengenakan flat shoes dari Sam Edelman dengan warna yang senada.
Masih di hari kedua, gaun panjang tak berlengan ini dikenakan Meghan saat menghadiri acara di British High Commissioner di Cape Town. Hadir bersama suaminya, Meghan hadir dengan gaun berwarna hijau dengan motif garis-garis. Diketahui, gaun ini berasal dari label fesyen Melbourne, Martin Grant.
Dia juga menggunakan anting-anting berwarna hitam dari brand asal Afrika Selatan, Nina Bosch. Membiarkan rambutnya terurai, dia tampak menawan dengan Pangeran Harry yang mengenakan tuksedo berwarna abu-abu muda.
Pada hari ketiga, agenda Meghan Markle adalah mengunjungi Woodstock Exchange, sebuah acara untuk pengusaha sosial dan wanita. Pada kesempatan ini, dia mengenakan jumpsuit panjang berwarna hitam dari brand asal Amerika, Everlane. Dia melengkapi penampilannya dengan mengenakan sepatu hak tinggi berwarna senada dari Manolo Blahnik. Rambutnya yang dicepol juga membuatnya dapat memamerkan anting emas merek Gas Bijoux.
Seperti yang diketahui, royal tour ini merupakan kunjungan pertama Archie Mountbatten-Windsor. Di hari ketiga ini, Archie muncul ke publik bersama Meghan saat bertemu dengan Uskup Agung Desmond Tutu. Terlihat Meghan mengenakan gaun berbahan sutra berwarna berpola dengan perpaduan warna putih warna biru. Gaun ini berasal dari brand Club Monaco.
Salah satu agenda kunjungan ini adalah bertemu dengan aktivis wanita. Mereka melakukan agenda ini di hari keempat dan bertemu dengan aktivis asal Afrika, Sophie Williams-De Bruyn. Saat menghadiri pertemuan ini, Meghan mengenakan atasan baju atasan berwarna hitam yang tak berlengan yang dilengkapi dengan rok warna putih dengan motif garis hitam. Pakaiannya kali ini berasal dari brand Amerika, J. Crew. Meghan membiarkan rambutnya terurai untuk menyesuaikan penampilannya hari itu. (Novi Thedora)
Pangeran Harry dan Meghan Markle akhirnya resmi mengumumkan nama anak laki-laki pertamnya. Nama royal baby Harry dan Meghan adalah Archie Harrison Mountbatten-Windsor.